
SEPUTAR FOREX SGD
Kekalahan seringkali memang menyakitkan. Apalagi “kekalahan” yg terjadi momen agan mengerjakan jual/beli di valuta asing trading, alias loss. Tentu saja, karna itu berarti bapak/ibu kehilangan sejumlah uang ditelan pasar. Tentu bukan kasus yg menggembirakan.
Namun bapak/ibu juga tentu ada kalanya mendengar kalimat stimulan semacam ini, “Orang yg hebat tidaklah orang yg tidak tahu gagal, tetapi orang yg selalu sanggup bangkit setiap kali menemukan kegagalan.”
Jadi, bro/sis tidak perlu berkecil hati bila sekali-dua kali mengalami kerugian. Yg menentukan apakah anda bakal pergi bagaikan pemenang dengan kata lain pecundang adalah bagaimana petunjuk bro/sis mengajarkan dengan menerima “pukulan demi pukulan” setelah itu dengan pola tertentu mengubahnya berubah kemenangan yang gemilang. Ya, trading sebenarnya serupa itu. Beberapa kali loss yaitu hal yg sangat biasa.
Pasti saja, bakal memutarbalikkan situasi tidaklah persoalan yg sanggup dilakukan dgn cara instan. Diperlukan pengetahuan, kesabaran dengan kedisiplinan yang cuma selain – puguh saja – kekuatan modal yg memadai.
Berikut yaitu sebagian ihwal yg perlu anda perhatikan sbg bekal dalam usaha merubah “kekalahan” berubah “kemenangan”.
SEPUTAR FOREX SGD
Kekeliruan awam yang sewaktu-waktu dilakukan seorang pemain yaitu membiarkan pikirannya dikuasai perasaan “dendam” sehabis mengalami kerugian. Ia kepingin segera membalas kekalahan yang baru saja ia alami, hingga ia dengan tergesa-gesa selekasnya mencari-cari kesempatan bagi kembali membuka posisi.
Kekalahan kenyataannya menyakitkan, tetapi pembaca kudu sadar bahwa setiap dekrit wajib dilakukan dgn kepala dingin. Dari pengetahuan kami, ribet bagi dapat tetep obyektif dlm mengambil kesimpulan dalam trading k'lo keadaan kita sedang emosional. bapak/ibu akan miring melewatkan tdk semua poin krusial dlm ulasan kamu karena enggak ingin tertinggal kesempatan serta mau secepatnya “membayar” kekalahan agan barusan. Ini berbahaya, krn kalo demikian hingga besar probabilitas pembaca bakal lagi menemukan loss beserta lama kelamaan membebani perasaan bersama perasaan Anda.
Hingga langkah yang amat tepat adalah ekspres menutup perangkat transaksi trading jurangan selepas memperoleh kerugian. pembaca baru boleh lagi bertarung bila loss yg telah lalu tidak lagi terbayang selagi anda hendak memperbuat transaksi.
SEPUTAR FOREX SGD

Atur Ulang Jual/Beli Trading Plan
Dlm urusan ini, yg usah diatur ulang yaitu pembatasan rawan dalam masing-masing transaksi. K'Lo pembaca udah menetapkan resiko per transaksi – contohnya – merupakan 5%, maka pakekan juga 5% tersebut dari area modal terakhir yg anda miliki.
Dengan demikian terlihat bahwa makin lama gede kapital Anda, “cadangan peluru” anda juga mau makin lama banyak. Muncul pula bahwa semakin kecil modal, utk dapat transaksi trading dengan nyaman, bahaya per jual/beli malah semakin gede (10% versus 5%).
SEPUTAR FOREX SGD
Penilaian Transaksi
Seringkali kita menemukan kerugian krn kekeliruan kita menginterpretasi chart, signal yg muncul dari program trading, atau sampai-sampai kesalahan menghitung position size. Utk itu, ada baiknya bro/sis menjalankan penilaian apa yang membawa dampak agan mendapatkan kerugian.
Apakah bro/sis telah melaksanakan transaksi trading plan dgn baik? Apakah bapak/ibu telah sungguh-sungguh mengerjakan check & re-check pada signal yang dilayangkan oleh tips-tips trading? Apakah boss sudah sungguh-sungguh menghitung probabilitas resiko? Apakah ada kabar yg mempengaruhi market dgn cara signifikan?
Pertanyaan-pertanyaan itu nanti akan berubah aturan buat anda bakal menilai apakah kerugian yang jurangan alami merupakan good loss alias bad loss. Kalau agan telah melakukan semuanya dgn benar tetapi kukuh loss juga, dan sampai-sampai itu benar-benar merupakan area dari ancaman trading yg – sekali lagi – sangat umum terjadi. Dgn terbiasa menjalani evaluasi, bapak/ibu justru mau mampu meninggikan penguasaan transaksi trading Anda.
Jadi, apakah bro/sis baru saja memperoleh “kekalahan”? Jangan khawatir, dpt jadi itu mau menjadi awal langkah kemenangan. Tetep semangat.
